Langsung ke konten utama

Teori-Teori Sosial (2)

Pada bagian kedua ini juga berisikan tentang paparan teori-teori sosial yang bisa dijadikan rujukan untuk mengamati fenomena sosio-historis. Berikut beberapa teorinya.


  • Wanita dalam Sistem Sosial
Contoh peran wanita di masyarakat:

1Peran wanita dalam dunia fashion
2Peran wanita dalam sektor sosial ekonomi
3Peran wanita dalam usaha bidang kosmetik
  •   Korupsi  
Korupsi dilihat oleh sejarawan bisa digunakan sebagai gejala zaman yang gejala ini bisa dimungkinkan terjadi pada masa depan. Mochtar Lubis membagi beberapa bentuk korupsi: 
  1. Korupsi tidak hanya berlaku di kalangan birokrat
  2. Dunia usaha dan swasta juga memiliki peluang untuk terjadinya korupsi
  3. Birokrat/pegawai swasta melakukan korupsi dengan cara mencuri uang negara/perusahaan 
  4. Pejabat kolonial melakukan bentuk korupsi yang lebih cerdik
  5. Korupsi pada kaitannya dengan politik
  • Gerakan Sosial
Masalah gerakan sosial di mata sejarawan sempat mengalami masa-masa yang suram akibat kuatnya pengaruh dari historiografi Neerlandosentris. Beberapa kategori gerakan sosial di Indonesia:
  1. Perbanditan Sosial
  2. Gerakan protes sosial terhadap ketidakadilan
  3. Gerakan bersifat revivalistis
  4. Gerakan bercorak mesianistis
  5. Gerakan yang dijiwai semangat perang
  • Protes Sosial
Menurut Sartono protes sosial juga termasuk pada kategori gerakan sosial. Meskipun begitu protes sosial ataupun  gerakan sosial secara umum memiliki ciri khas masing-masing dari gerakan tersebut. Khususnya pada motif dan kekuatan latar belakang terjadinya gerakan.
Pada abad ke-19 sampai abad ke-20 di pedesaan Jawa terjadi gerakan protes sosial yang begitu masif di dalam berbagai bentuk. Dari huru-hara sampai aksi perbanditan



Komentar