Judul Buku: Sistem
Tanam Paksa Di Jawa
Judul Asli : Java
Under The Cultivation System
Penulis: Robert Van Niel
Penerbit: PT. Pustaka LP3ES Indonesia (Jakarta)
Penerjemah : Hardoyo
Tahun Terbit : 2003
Pengantar : Suyatno Kartodirdjo
Jumlah Halaman Buku : 304 halaman
ISBN : 979-8391-52-7
Penerbit: PT. Pustaka LP3ES Indonesia (Jakarta)
Penerjemah : Hardoyo
Tahun Terbit : 2003
Pengantar : Suyatno Kartodirdjo
Jumlah Halaman Buku : 304 halaman
ISBN : 979-8391-52-7
Sinopsis :
Dalam perjalanan sejarah, pulau Jawa memiliki berbagai peristiwa yang sangat beragam baik itu peristiwa yang berdampak baik dan juga peristiwa yang berdampak kurang baik bagi pulau ini. Salah satu pengalaman yang terjadi di pulau Jawa pada abad 18 yaitu adanya program Culturestelsel atau Sistem Tanam Paksa yang diberlakukan oleh pemerintah Hindia Belanda. Program ini berjalan mulai dari tahun 1830 sampai berakhir tahun 1870. Yang dipelopori oleh Gubernur Jenderal van den Bosch. Program ini mewajibkan para petani di pulau Jawa untuk menanam komoditas ekspor yang kemudian dibeli oleh pemerintah Hindia Belanda.
Sistem ini seperti sudah ditulis di atas banyak menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat Jawa khususnya para petani. Jika melihat historiografi nasional maka pengalaman ini sudah jelas menjadi salah satu masa kelam yang dialami oleh Indonesia.
Walaupun banyak anggapan bahwa pengalaman ini berdampak buruk pada masyarakat khususnya petani di pulau Jawa, ada beberapa ahli yang berpendapat bahwa sistem ini juga menguntungkan bagi masyarakat Jawa. Oleh sebab itu penulis memberikan gambaran dan penjelasan dari dua sudut pandang yang berbeda. Dengan begitu penulis ingin menjembatani para pembaca untuk bisa menyimpulkan dari sebuah program Sistem Tanam Paksa dari dua sudut pandang yang berseberangan.
Bab di dalam buku :
- Bab 1 : Fungsi Sewa Tanah Pada Masa Sistem Tanam Paksa
- Bab 2 : Penanaman Tebu Pemerintahan di Pasuruan (1830)
- Bab 3 : Peraturan Produksi Gula di Jawa 1830-1840
Produksi gula
berdasar kontrak pemerintah. Bila ada pengusaha yang berminat
mendirikan pabrik, pemerintah akan memberi uang muka untuk pembangunan pabrik,
yang bisa dibayar kembali selama beberapa tahun dalam bentuk gula. Kontrak
pemerintah dengan penduduk Jawa: Penanaman, penebangan, dan penyerahan
tebu.
Setiap desa yang terikat kontrak, tanah yang digunakan untuk
penanaman tebu tidak dikenakan sewa tanah serta menyediakan tenaga kerja.
- Bab 4 : Tolok Ukur Perubahan Sistem Tanam Paksa di Jawa 1837-1851
Sejak Jawa
dikembalikan oleh Inggris pada 1816, Pemerintah Belanda gagal menarik keuntungan.
Rancangan van den
Bosch yang berprinsip pada pengusahaan pemerintah sepenuhnya menjadi secercah
cahaya. Secara sederhana rencana
van den Bosch yakni desa Jawa menyisihkan sebagian tanahnya (umumnya seperlima
bagian) untuk ditanami tanaman dagang yang ditentukan oleh pemerintah.
- Bab 5 : Kebijakan Pemerintah Sipil di Jawa Selama Masa Awal Sistem Tanam Paksa
Kedatangan van
den Bosch pada 1830 menandai perubahan dalam kebijakan pemerintah. Rencana kebijakan van
den Bosch mencakup penggunaan pola kekuasaan tradisional Jawa dengan cara
mengendalikan kelompok elite agar bisa diperoleh kuasa atas tanah dan tenaga
kerja yang akan dipakai untuk memproduksi tanaman dagang.
- Bab 6 : Komponen Tenaga Kerja Sistem Tanam Paksa di Jawa 1830-1855
Kebutuhan akan
tenaga kerja dari Sistem Tanam Paksa dibebankan kepada desa lewat perantara
elite supradesa. Proporsi jumlah
kaum tani yang terlibat dalam Sistem Tanam Paksa sangat besar, perbandingan ini
sangat besar mengingat tanah desa yang digunakan amat terbatas.
Sekitar 5% tanah garapan
di Jawa dimanfaatkan untuk pemerintah, tetapi 65-70% dari rumah tangga tani di
Jawa terlibat dalam penanaman pemerintah.
- Bab 7 : Dampak Budidaya
Tanaman Dagang Ekspor di Jawa Abad ke-19
Bagi Belanda
- Peningkatan penjualan hasil tanaman ekspor di pasar dunia.
- Perusahaan Dagang Belanda (NHM) yang semula mengalami kerugian, lambat laun mulai mendapat keuntungan.
Bagi Indonesia
1.
Penderitaan
fisik yang berkepanjangan.
2. Tidak mendapat
keuntungan materil yang sebanding
3. Petani lebih mengerti beragam komoditi tanaman.
- Bab 8 : Hak Atas Tanah di Jawa
Sepanjang
menyangkut hak-hak atas tanah, Sistem Tanam Paksa melanjutkan lebih giat
prinsip bahwa penguasa adalah pemilik semua tanah. Sistem ini terus
memakai penyelesaian sewa tanah berdasarkan desa ditambah perjanjian kontrak
untuk menanam komoditas ekspor di tanah-tanah desa.
Kontrak yang seyogyanya
dilakukan sukarela, nyatanya tidak sebagaimana mestinya.
- Bab 9 : Jawa Abad ke-19 Variasi Tema Transformasi Pedesaan
Sistem Tanam
Paksa yang banyak diterapkan di desa-desa (Jawa) membuat perubahan yang nyata
di wilayah garapan sistem ini. Umumnya pedesaan
di tanah Jawa menggunakan birokrasi tradisional Jawa disertai dengan
memberlakukan Sistem Tanam Paksa.
Dengan adanya Sistem
Tanam Paksa ini desa lebih bisa menyesuaikan dengan kondisi perkembangan zaman,
terutama pasar komoditas ekspor.
- Bab 10 : Warisan Sistem Tanam Paksa Bagi Perkembangan Ekonomi Berikutnya
Sistem Tanam
Paksa memiliki tujuan utama yakni merangsang produksi dan komoditas ekspor yang
laku terjual di pasar dunia. Pemerintah
melalui suntikan modal berupaya untuk mendorong swasta mengembangkan sektor
pertanian ekspor. Pengerahan tenaga
kerja dengan upah murah dapat menguntungkan para pemodal. Namun di sisi lain
hal ini menjadi sebuah eksploitasi.
Kelebihan :
- Dalam menulis Robert van Niel selalu memberi catatan kaki sebagai sumber tulisannya. Sehingga pembaca bisa memahami dasar dari penulis menjelaskan sebuah tanggapan.
- Bahasa yang digunakan mudah dipahami meskipun buku ini yang notabene adalah buku berbahasa asing.
- Di dalam buku penulis tidak mencantumkan sebuah gambar/foto yang berkaitan dengan judul. Hal ini akan membuat pembaca sedikit sulit untuk menggambarkan peristiwa yang dibahas.
- Untuk sampul buku ini cenderung tidak menarik bagi para pembaca, khususnya para pembaca generasi saat ini.
Komentar
Posting Komentar