Langsung ke konten utama

Postingan

Review Materi Sejarah Pedesaan

Penentuan Judul dalam Penulisan Sejarah Pedesaan             Secara umum penulisan judul karya ilmiah sejarah memuat skup spasial (tempat) dan temporal (waktu), dengan begitu judul karya ilmiah akan lebih mendetail. Pada penulisan sejarah pedesaan skup temporal mendapat keringanan. Hal ini karena tidak semua desa memiliki data akurat mengenai awal mula berdirinya. Sehingga dengan sedikit mengesampingkan skup temporal maka skup spasialnya harus ditonjolkan lebih kuat. Karena beberapa nama-nama desa di Indonesia memiliki kesamaan. Contohnya Kelurahan Patrang di Jember, nama Patrang tidak hanya di Jember saja, mungkin di daerah lain juga ada wilayah yang menggunakan. ·          Penamaan Desa             Dengan mengambil etimologi dari nama sebuah desa, maka kita dapat mengerti arti lain dari nama tersebut. Contohnya Kelurahan Patrang, n...
Postingan terbaru

Sarasehan Lintas Generasi “ Meneladani Para Pejuang Untuk Memajukan Universitas Jember “ (Review)

              Cikal bakal Universitas Jember berasal dari gagasan dr. R. Achmad bersama-sama dengan R. Th. Soengedi dan R.M. Soerachman yang bercita-cita mendirikan perguruan tinggi di Jember. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut pada tanggal 1 April 1957, ketiganya membentuk panitia yang diberi nama Panitia Triumviraat dengan komposisi Ketua dr. R. Achmad; Penulis R. Th. Soengedi, dan Bendahara R. M. Soerachman. Selanjutnya Panitia Triumviraat ini pada tanggal 5 Oktober 1957 membentuk yayasan dengan nama Yayasan Universitas Tawang Alun (disahkan dengan Akta Notaris tanggal 8 Maret 1958 Nomor 13 di Jember). Yayasan Universitas Tawang Alun inilah yang kemudian mendirikan universitas swasta di Jember dengan nama Universitas Tawang Alun yang kemudian disingkat UNITA.             Pada tanggal 26 Januari 1959, R. Soedjarwo diangkat sebagai Ketua Yayasan UNITA. Pada periode 19...

Review Materi Sejarah Pedesaan

Ciri-ciri masyarakat desa menurut Talcot Parsons: 1.       Afektifitas yang berhubungan dengan rasa empati. Wujudnya dapat dilihat saat salah satu warga mendapat musibah, warga lain menolong secara sukarela. 2.       Orientasi kolektif. Ciri ini muncul akibat dari adanya afektifitas yang ada di dalam masyarakat desa. Mereka mementingkan rasa kebersamaan, sehingga pemikiran dalam masyarakat desa cenderung untuk berjalan bersama secara kolektif. 3.       Partikularisme. Dimana masyarakat desa akan mementingkan kepentingan bersama desanya ketimbang desa lain di luar daerah tempat tinggalnya. 4.       Askripsi, yakni sifat atau kualitas yang diterima masyarakat secara langsung lewat turun temurun. Sifat ini muncul akibat dari kebiasaan di suatu desa atau daerah. Kualitas seseorang banyak dilihat dari garis keturunannya saja, mengesampingkan prestasi. 5.     ...

Review Materi Sejarah Pedesaan

  Review Materi Sejarah Pedesaan Secara etimologi, kata “Desa” bersal dari bahasa   sansekerta Deshi yang berarti tanah air, tanah asal, atau tanah kelahiran. Karena itu kata “desa” sering dipahami sebagai tempat atau daerah dimana penduduk berkumpul dan hidup bersama, menggunakan lingkungan setempat, untuk mempertahankan, melangsungkan, dan mengembanglan kehidupan mereka. Ciri utama dari desa adalah fungsinya sebagai   tempat tinggal, tanah asal dari suatu kelompok masyarakat yang relatif kecil. Dengan kata lain, suatu desa ditandai oleh keterikatan warganya terhadap suatu wilayah tertentu. Keterkaitan ini selain untuk tempat tinggal, juga untuk menyangga kehidupan mereka. Bintarto (1989) mengemukakan bahwa Pedesaan (dalam segi geografis) adalah suatu hasil perpaduan antara kegiatan sekelompok manusia dengan lingkungannya. Hasil dari perpaduan tersebut dapat terlihat pada unsur-unsur fisiografi, sosial dan ekonomi, politik dan kultural yang berinteraksi antara un...