- Buku 1
Penulis: Noer Fauzi Rachman
Penerbit: Tanah Air Beta
Tahun: 2012
Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia mengenai masa-masa sulit tentang pemilikan sumber daya yang ada. Dimulai oleh kolonialisme yang dibawa masa penjajahan Belanda yang berusaha menguasai tanah rakyat untuk bisa memperkuat perusahaan eropa di Hindia Belanda. Rakyat dipaksa untuk menanam komditi yang sudah ditentukan. Yang keuntungannya mengalir ke kas-kas negara penjajah. Era selanjutnya yakni masa penjajahan Jepang dengan peraturan yang cukup populis, yakni dengan mendorong pengambil alihan tanah-tanah partikelir, perkebunan asing dan tanah hutan. Rakyat mengira hal ini akan menjadi pintu keluar dari penindasan dari penjajah Belanda. Namun kenyataannya rakyat dipaksa bekerja dan menyerahkan hasil kerjanya kepada pemerintahan Jepang.
- Buku 2
Penulis: Noer Fauzi Rachman
Penerbit: INSIST Press
Tahun: 2017
Buku
ini membahas mengenai bagaimana kekuatan bangsa Indonesia dalam
mempertahankan kekayaan yang dimiliki berupa sumber daya alam terutama
tanah. Dalam masa awal reforma agraria Indonesia ditandai dengan
dibentuknya Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 yang berisi peraturan dasar
pokok-pokok agraria. Reforma agraria yang terjadi di Indonesia sangat
dipengaruhi oleh kondisi politik pada masanya. Dimana saat situasi
politik yang cukup merugikan para petani, sehingga akan muncul gerakan
petani yang bertujuan agar situasi politik yang dikuasai oleh segelintir
orang tidak mempengaruhi tanah-tanah yang menjadi sumber kehidupan
masyarakat.
- Buku 3
Penulis: Noer Fauzi Rachman
Penerbit: INSIST Press
Tahun: 2017
Setelah berakhirnya kekuasaan masa orde lama, muncul masa politik baru yang diberi nama Orde Baru. Kekuatan militer yang dimanfaatkan untuk kepentingan penguasa dapat terlihat jelas pada masa ini. Pengambilan secara paksa tanah adat untuk kepentingan penguasa sangat bertentangan dengan UU Pokok Agraria. Hal ini menjadi bukti bahwa UU Pokok Agraria pada masa ini telah dibekukan. Sehingga penguasa dan para pemilik modal lebih leluasa untuk mengembangkan berbagai kepentingan yang ada dengan cara yang tidak sewajarnya. Petani dan penguasa dalam hal ini menjadi aktor penting di dalam perjalanan politik agraria di Indonesia yang penuh dengan ketimpangan.
Analisis:
Ketiga buku di atas menjadi penting untuk dipelajari sebab sejarah panjang politik agraria di Indonesia penuh dengan lika-liku. Adanya kepentingan politik menjadi hal yang tak bisa dihindari oleh para pelaku agraria di Indonesia yang bernama petani. Intervensi-intervensi dari penguasa sejak era kolonial sudah dirasakan oleh para petani kita. Usaha untuk menghentikan hal ini muncul pada masa terbebasnya kita dari tangan penjajah. Gerakan-gerakan petani yang ingin menjaga marwah hidupnya menjadi pemicu adanya peraturan pokok yang dibuat oleh negara sendiri. Namun dalam perjalanannya petani memiliki hambatan baru yang muncul dari negaranya sendiri. Politik kepentingan dari penguasa yang sejatinya sedarah ini menjadi lebih berat dengan adanya kekuatan militer. Dari ketiga buku ini kita bisa melihat bahwa dalam sejarahnya agraria bisa sangat berkaitan dengan politik yang berkuasa pada masanya.
Komentar
Posting Komentar