NASHRUL MAHFUDHIN ERSA 180110301066
Review Buku Sejarah Pedesaan
Judul : Metodologi Sejarah Penulis : Kuntowijoyo
· Pengertian Sejarah Pedesaan
Sejarah pedesaan menurut Kuntowijoyo ialah sejarah yang secara khusus meneliti tentang desa atau pedesaan, masyarakat petani, dan ekonomi pertanian. Desa sebagai kesatuan teritorial dan administratif yang terkecil di Indonesia sudah banyak mendapat perhatian dari para peneliti diluar ilmu sejarah. Sejarah pedesaan memiliki garapan masyarakat petani, untuk membedakan sejarah pedesaan yang menggarap masyarakat petani dengan sejarah sosial, sejarah pedesaan harus selalu dapat mengembalikan permasalahan sejarah kepada desa dan pedesaan, atau ekonomi agraria pedesaan. Ekonomi agraria menjadi bagian dari sejarah pedesaan. Perubahan-perubahan yang terjadi di desa dan masyarakat petani biasanya menyangkut perubahan ekonomi dari sebuah ekonomi subsistence ke ekonomi exchange. Dalam hal ini kelompok-kelompok social di desa, seperti pamong praja, pedagang, dan buruh dapat dimasukkan kedalam kategori ekonomi pertanian, sepanjang masih berbasiskan kepada sumber-sumber pertanian.
Tumbuhnya perhatian terhadap sejarah pedesaan terdorong oleh ketidak puasan dengan metode sejarah yang umum berlaku serta oleh kebutuhan untuk menanyakan soal-soal baru. Sejarah konvensional umumnya membahas golongan atasan, pembuat undang-undang dan yang memerintah, bukan yang diperintah, pemimpin dan bukan yang dipimpin. Sejarah pedesaan merupakan bagian dari sejarah sosial yang mencakup seluruh masyarakat sebagai kesatuan serta segala aspek kehidupannya.
· Batasan Penelitian Sejarah Pedesaan
Kuntowijoyo sebagai ahli sejarah memberikan penjelasan-penjelasan yang berusaha keras untuk mengabsahkan kedudukan sejarah pedesaan dalam penulisan ilmu
sejarah. Dalam usaha tersebut Kuntowijoyo memberikan batasan satuan-satuan penelitian dalam sejarah pedesaan. Berikut batasan satuan penelitan sejarah pedesaan:
a. Satuan Ekosistem
Ekosistem dalam hal ini bermakna pada interaksi antara manusia dengan alam di sekitarnya. Dalam hal ini dicontohkan adanya perbedaan interaksi antara jenis perladangan yang dominan di wilayah tersebut. Interaksi dengan ekosistem sagu (Papua), tegalan (Madura), persawahan (Jawa) tentu akan menghasilkan proses dan hasil yang berbeda. Utamanya pada masyarakat pengelolanya tersebut, jika ekosistem sagu biasanya dikelola oleh ikatan keluarga besar sedangkan dalam pengelolaan sawah lebih kepada ikatan desa yang multietnis.
b. Satuan Geografis
Satuan ini bisa dikatakan sebagai kajian yang mengikutsertakan keruangan dalam analisisnya dan kajian-kajian perubahannya, contohnya adalah kondisi sosial di daerah pedesaan di pesisir timur Jawa Timur yang mana terjadi percampuran budaya masyarakat antara adat Madura dan adat Osing di Jawa Timur. Dalam satuan-satuan geografis tedapat berbagai macam hubungan antara pedesaan. Satuan geografis meliputi : perbukitan, daerah, aliran sungai, pantai, teluk, selat, dan pedalaman desa- desa mempunyai hubungan tetentu satu dengan yang lainnya
c. Satuan Ekonomi
Satuan ekonomi yaitu pencukupan kebutuhan diri dalam suatu pedesaan misalnya dengan hari-hari pasar (mancapat dan mancalima) dan kemudian diganti dengan pasar permanen.
d. Satuan Budaya
Satuan ini yang paling akrab bagi kita yaitu bagaimana pedesaan dianalisis dari budaya atau adat yang digunakan di wilayah tersebut, analisis disekitaran pembahasan transformasi kultural.
· Permasalahan Sejarah Pedesaan
Sejarah pedesaan ialah sejarah tentang apa saja dengan bidang garapan desa, masyarakat petani, dan ekonomi pertanian. Terdapat beberapa permasalahan dalam sejarah pedesaan antara lain:
a. Sarana dan Prasarana Fisik
Pedesaan belum mendapat perhatian dari sejarawan, sekalipun sumber-sumber tradisional dan belanda banyak keterangan mengenai pedesaan. Perubahan ekologi, pemukiman, jalur komunikasi, dan penduduk dapat termasuk kelompok ini.
b. Satuan Sosial
Satuan sosial lingkungan desa dan masyarakat petani sangat kaya dengan permasalahan sejarah. Keluarga, kesatuan desa, kelas sosial, kelompok agama dan budaya, dan kelompok etnis termasuk disini.
c. Psiko-Kultural
Masuknya unsur-unsur baru dalam psikis dan budaya masyarakat desa dapat merubah mental budaya masyarakat desa, dan dapat merubah nilai-nilai dalam bidang sosial ekonomi.
d. Lembaga Sosial
Lembaga-lembaga desa yang berupa pola hubungan sosial dan organisasi- organisasi sosial merupakan tema yang kaya untuk dijadikan kajian. Lembaga sosial yang ada di desa seperti kelompok tani, kelompok pemuda, pemerintah desa, badan permusyawaratan desa, pesantren, lembaga pendidikan formal, dan lembaga keuangan mikro
e. Hubungan Sosial
Hubungan sosial di pedesaan juga kaya akan tema penelitian. Diantaranya masalah stratifikasi, integrasi, Konflik, mobilotasi sosial, migrasi, dan hubungan desa- kota.
Komentar
Posting Komentar